Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Semiotika Adalah: 5 Pengertian Menurut Para Ahli, Tingkatan, Elemen

semiotika

Faktasantuy - semiotika adalah. Pada hari ini kita akan membahas penelitian semiotika. Nah semiotika adalah? Silakan teman-teman simak kajian semiotika berikut ini ya. Baca juga: makalah adalah

Pengertian Semiotika

Pengertian semiotika, semiotika adalah sebuah studi mengenai makna keputusan serta studi tentang tanda-tanda dan proses tanda (semiosis), indikasi, penunjukan, kesamaan, analogi, metafora, simbolisme, makna, dan komunikasi. Pendekatan semiotik dari tanda ini untuk melihat bahwa makna muncul ketika ada hubungan atau hubungan antara ditandai (signified) dan tanda (signifier) yang berupa kesatuan dari suatu bentuk penanda (signifier) dengan sebuah ide atau penanda (signified). Dengan kata lain, penanda adalah “suara berarti” atau “makna grafiti”. Semiotika berhubungan erat dengan bidang linguistik, yang sebagian besar mempelajari struktur dan makna bahasa yang lebih spesifik. Akan tetapi hal ini berbeda dari linguistik, semiotika juga mempelajari sistem tanda non-linguistik. Yang terbagi menjadi tiga cabang, yaitu sebagai berikut:

  1. Semantik: memiliki hubungan antara tanda dan hal-hal yang mereka lihat; denotata mereka, atau makna
  2. Sintaksis: hubungan antara tanda-tanda dalam struktur formal
  3. Pragmatik: hubungan antara tanda dan tanda-menggunakan agen

Tingkat penelitian Semiotika

Menurut Saussure, semiotika bisa dianalisis secara diakronis dan sinkronis. Analisis diakronik diartikan sebagai analisis tentang perubahan historis bahasa, yaitu bahasa dalam dimensi waktu, perkembangan dan perubahannya. Sedangkan analisis sinkronik diartikan sebagai  analisis bahasa pada satu momen waktu tertentu saja. Analisis ini disebut juga sebagai pendekatan strukturalisme, yakni pendekatan yang melihat hanya struktur bahasa, dan mengabaikan konteks waktu, perubahan, dan sejarahnya. C.S Morris menyebutkan terdapat dua dimensi dalam analisis semiotika, yaitu sebagai berikut:

  1. Sintaktik, bersangkutan dengan studi tentang tanda secara individual maupun kombinasinya, khususnya analisis yang bersifat deskriptif mengenai tanda dan kombinasinya. 
  2. Pragmatik, keterkaitan antara tanda dan penggunanya, khususnya yang berkaitan dengan penggunaan tanda secara konkrit dalam berbagai peristiwa serta efek atau dampaknya terhadap pengguna. 

Pengertian Semiontika Menurut Para Ahli

Adapun pengertian semiontika menurut beberapa para ahli, yaitu sebagai berikut:

  1. Charles Morris, Semiontika menambahkan bahwa hubungan tanda-tanda untuk designata mereka dan benda-benda yang memungkinkan atau acara; dan, penawaran pragmatik dengan aspek biotik dari semiosis, yaitu dengan semua fenomena psikologis, biologis, dan sosiologis yang terjadi dalam tanda-tanda fungsi.
  2. Eco di kutip dari buku Alex Sobur, diartikan sebagai apa pun di atas konvensi sosial dasar yang sebelumnya masuk, dapat dianggap memiliki sesuatu yang sangat berbeda.
  3. Alex sobur secara etimologis, yang berasal dari bahasa Yunani “Semion” yang berarti “tanda”. Diartikan sebagai sebuah konvensi sosial atas dasar dimasukkan sebelumnya, dapat dianggap memiliki sesuatu yang lain.
  4. Van Zoest seperti dikutip oleh Rahayu S. Hidayat menyebutkan bahwa semiotika meneliti tanda, penggunaan tanda-tanda, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan tanda. Berbicara tentang kegunaan semiotika tidak dapat dipisahkan dari pragamatik, yaitu untuk mengetahui apa yang harus dilakukan dengan tanda, apa reaksi manusia ketika berhadapan dengan tanda.
  5. Ferdinand De Saussure dan Charles Sanders Pierce, diartikan sebagai metode untuk mempelajari berbagai cabang ilmu pengetahuan ini dimungkinkan karena ada kecenderungan untuk melihat berbagai wacana sosial sebagai fenomena bahasa. Semiotika diliha memiliki dimensi antropologis penting seperti Umberto Eco berpendapat bahwa setiap fenomena budaya dapat dipelajari sebagai komunikasi. Akan tetapi beberapa ahli semiotik fokus pada dimensi logis dari ilmu pengetahuan. 

Elemen- elemen Dasar Semiotika

Elemen dasar dari semiotika berupa tanda (penanda/ petanda), aksis tanda (sintagma/ sistem), tingkatan tanda (denotasi/ konotasi), serta relasi tanda (metafora/ metonimi).

1. Komponen tanda

diartikan sebagai kesatuan yang tak dapat dipisahkan dari dua bidang seperti halnya selembar kertas yaitu bidang penanda (signifier) untuk menjelaskan bentuk atau ekspresi dan bidang petanda (signified) untuk menjelaskan konsep atau makna.

2. Aksis Tanda

  • aksis paradigmatik, berupa perbendaharaan tanda atau kata
  • aksis sintagmatik, berupa cara pemilihan dan pengkombinasian tanda-tanda, berdasarkan aturan atau kode tertentu, sehingga dapat menghasilkan sebuah ekspresi bermakna. Yang dilandasi oleh kode tertentu yang berlaku di dalam sebuah komunitas bahasa. Berupa seperangkat aturan atau konvensi bersama yang di dalamnya tanda-tanda dapat dikombinasikan, sehingga memungkinkan pesan dikomunikasikan dari seseorang kepada orang lain.

3. Tingkatan tanda

menyebutkan dua tingkatan pertandaan, yaitu Denotasi berupa tingkat pertandaan yang menghasilkan makna yang eksplisit, langsung dan pasti serta konotasi berupa tingkat pertandaan yang menghasilkan makna yang implisit dan tersembunyi. Selain itu, terdapat makna yang berkaitan dengan mitos, yaitu pengkodean makna dan nilai-nilai sosial sebagai sesuatu yang dianggap alamiah.

4. Relasi antar tanda

terdapat dua bentuk interaksi utama, yaitu:

  • Metafora berupa sebuah model interaksi tanda , terdiri dari sebuah tanda dari sebuah sistem digunakan untuk menjelaskan makna untuk sebuah sistem yang lainnya.
  • Metonimi berupa interaksi tanda, terdiri dari sebuah tanda diasosiasikan dengan tanda lain, yang didalamnya terdapat hubungan antara bagian dengan keseluruhan.

Analisis Semiotika Dalam Iklan

Iklan seringkali menampilkan kenyataan palsu yang berupa sebuah bentuk kebohongan terhadap publik. Iklan terperangkap dalam skema permainan tanda (free play of signs) yang memiliki tujuan menciptakan citra palsu sebuah produk, yaitu citra yang tidak dihasilkan dari produk itu sendiri tetapi citra yang terbentuk dari kemampuan retorika sebuah iklan. Yang menipu melalui bahasa sebab iklan berupa sebuah bahasa komunikasi yang memiliki struktur bahasanya sendiri. Secara struktural, iklan terdiri dari tanda (signs), signifier (penanda berupa gambar, foto atau ilustrasi), dan signified (petanda berupa konsep atau makna yang ada dibalik penanda). Tanda-tanda inilah yang digunakan untuk memalsukan realitas.

Baca juga: contoh puisi

Teori Semiotika Roland Barthes

Roland Barthes juga membuat sebuah model sistematis dalam menganalisis makna dari tanda-tanda melalui analisis semiotik ini. Tidak hanya mengetahui bagaimana isi pesan yang hendak disampaikan, namun juga bagaimana pesan dibuat, simbol-simbol apa yang digunakan untuk mewakili pesan-pesan melalui film yang disusun pada saat disampaikan kepada khalayak. berfokus pada gagasan tentang signifikasi dua tahap, yaitu denotasi berupa definisi objektif kata tersebut, sedangkan konotasi berupa makna subjektif atau emosionalnya (Alex Sobur, 2003 : 263).

Dari model Barthes tersebut terlihat bahwa, tanda denotative terdiri atas penanda dan petanda, namun, pada saat bersamaan, tanda denotatif adalah juga penanda konotatif (4) (Alex Sobur, 2004 : 69). Dari penanda konotatif inilah yang akan memunculkan petanda konotatif yang kemudian akan melandasi munculnya tanda konotatif.

Nah itulah artikel semiotika. Semoga kajian semiotika ini dapat menyelesaikan tugas sekolah kamu ya. Apabila kamu ingin bertanya mengenai contoh semiotik silakan ketik di kolom komentar dibawah. Baca juga: puisi adalah?

Lain kali admin akan membuat contoh semiotika, semiotika ppt dan semiotika pdf, ditunggu saja ya.

Posting Komentar untuk "Semiotika Adalah: 5 Pengertian Menurut Para Ahli, Tingkatan, Elemen"